Beginilah Kelas Kami!

Wow, it is very great achievement for us to run the “Kampoenk Jenius English” 6 Minggu Bisa! In Malang which has been running for 4 weeks. Alhamdulillah, it runs as we expected. The students enjoy the class and studying without the burden.

Materi “Tenses” yang selama ini menurut anggapan kebanyakan orang sangat sulit, bisa dipahami oleh peserta belajar hanya dalam waktu 30 menit dengan metode belajar kami. Sisa tiga minggu ini siswa lebih banyak berperan dan instruktur hanya berfungsi sebagai supervisor mengawasi kelompok-kelompok yang dipimpin oleh “Junior Istructor” yang dipilih dari peserta sendiri.

Junior Instruktur berperan sebagai “kepala sekolah” dalam kelompoknya yang mengatur berjalannya proses belajar dalam kelompok tersebut. Mulai dari memastikan bahwa setiap anggota kelompok mendapat kesempatan “be a teacher” dan memimpin anggota kelompok untuk menampilkan “performance” kelompok di setiap akhir kelas.

Be a teacher” adalah salah satu strategi belajar yang diterapkan di Kampoenk Jenius English 6 Minggu Bisa!. Setiap peserta belajar mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan materi layaknya seorang instruktur. Mereka bukan hanya menyampaikan tetapi juga mencari dan menyiapkan materi tersebut. Proses itu membuat peserta yang kebagian “be a teacher” mempelajari dan memahami materi sebelum ia meyampaikan kepada anggota kelompoknya. Dengan cara ini, proses pemahaman materi khususnya bagi yang mendapatkan giliran “be a teacher” akan lebih mudah karena setiap peserta yang mendapatkan giliran akan berusaha memahami materi sebaik-baiknya sbelum ia menyampaikan kepada anggota kelompok yang lain. Cara ini juga memperkuat kepercayaan diri siswa untuk berbicara dengan bahasa Inggris. Benar kata Joseph Joubert, “To teach is to learn twice”.

unior instruktur dengan supervisi dari Instruktur secara mandiri mengatur agar setiap peserta mendapatkan giliran untuk unjuk kebolehan menjadi guru bagi teman-teman mereka sendiri. Di akhir kelas, setiap kelompok di bawah tanggung jawab Junior Instructor menampikan sebuah performance yang melibatkan seluruh anggota kelompok. Performance bisa di dalam kelompok atau juga di depan kelas besar. Beberapa performance yang sudah ditampilkan antara lain Drama, TV Talkshow, Words Quiz, English Teaching. Dalam English Teaching, setiap peserta menjadi guru dan mengajarkan pelajaran yang sesuai dengan background akademis mereka atau materi apa pun yang mereka sukai. 

Hmmm…sekarang tinggal menunggu Success Day saja. Mau kemana ya? Sempu, Bromo atau di Malang saja? Let see…! (@erikmarangga)

0 comments:

It’s Time for You to Join Us! (Open Class Angkatan Ke-2)

Setelah sukses menjalankan angkatan pertama Kampoenk Jenius English 6 Minggu bisa, kini kami membuka kesempatan bagi anda untuk merasakan pengalam belajar yang berbeda bersama kami. Dan tentu saja kesempatan untuk belajar Bahasa Inggris dalam waktu singkat, hanya 6 Minggu Bisa!
Ini juga adalah kesempatan emas bagi teman-teman yang sedang liburan smester. Mumpung ada waktu luang, belajar Bahasa Inggris yuk!
Dan tentu saja dengan metode kami, liburan teman-teman tidak akan terganggu karena belajar di Kampoenk Jenius English 6 Minggu Bisa! sama sekali tidak membebani. Malahan nikmat selayaknya bermain karena suasana kelas di kampoenk Jenius 6 Minggu Bisa! benar-benar menyenangkan. Apalagi metoda belajar di sini tidak pakai mencatat, menghafal apalagi pekerjaan rumah. 


Baca yuk, pamflet keren kita ini:
 
  File Gambar Ambil Disini

0 comments:

Peer Teaching: Ajari Temanmu!

To teach is to learn twice. “ Joseph Joubert
Belajar dengan hanya mendengarkan guru bicara, bertanya jika ada yang tidak paham, mencatat dan kemudian mengerjakan soal setelah itu adalah sistem belajar terbanyak yang dipakai lembaga-lembaga belajar. Karena inilah metode paling sederhana dan mudah. Namun tentu dengan hasil yang jauh dari memuaskan. Hanya siswa yang punya kesadaran dan hanya siswa yang aktif lah yang biasanya sukses dalam metode ini.

Maka kelas perlu menerapkan strategi lain. Diantaranya peer teaching. Ini adalah metode mengajar teman sebaya atau mengajar teman sesama murid. Metode ini diyakini membuat siswa bisa lebih tertarik dengan pelajarannya, membuat kesan lebih kuat, dan membuat akselerasi belajar yang lebih cepat.

Metode ini diterapkan dengan membagi kelas menjadi beberapa kelompok. Diantara kelompok tersebut akan dipilih seorang yang akan menjadi gurunya.Apakah dengan persiapan di awal atau kagetan, sistem ini akan membuat konsentrasi siswa lebih tajam. Karena dengan teman sebaya, biasanya mereka tak segan mengeluarkan pertanyaan atau mengungkapkan idenya yang di kelas besar biasanya sulit mereka lakukan.

Metode peer teaching ini telah dipraktekkan di Sang Bintang School dalam mengatasi pelajaran-pelajaran yang sulit dipahami dan yang membutuhkan latihan yang lebih banyak. Selain itu metode ini juga berfungsi meningkatkan kepercayaan diri siswa lebih cepat dan menumbuhkan kepemimpinan mereka. Dan walaupun teman sebaya tak lebih pintar dari guru mereka yang sebenarnya, metode ini cukup efektif untuk membuat siswa lebih tertarik dengan pelajarannya@

0 comments:

Angkatan Pertama SBS Malang

Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya Sang Bintang SChool of Malang berhasil membentuk angkatan pertama yang berjumlah 28 Peserta. sungguh pencapain yang sangat bluar biasa di awal pembentukan cabang baru di pulau jawa. dari semua peserta terlihat sangat antusius sekali menerima pelajaran dari metode Kampoenk Jenius. saat ini sudah memasuki minggu ke dua, itu artinya masih tinggal 4 minggu lagi angkatan pertama ini lulus. semoga angkatan pertama ini berhasil.

Peserta dari kampoenk Jenius ini terdiri dari berbagai kalangan, ada yang dari Siswa SMA terkemuka di Kota Malang, ada juga dari mahasiswa, dan ada juga yang dai PNS, Dosen, dan ada yang dari mahasiswa S2 dan S3. mudah-mudahan ini akan menjadi pintu keberhasilan SBS di kota Malang.

ini dia nih Gambarnya: cikidot....
kelompok Peserta lagi Serius Speaking
suasana kelas
Have Fun
Instruktur lagi beraksi..
Langsung didampingi Mr. Yunsirno
Peserta Paling Semangat...
Peserta Ternarsis
Instruktur gak mau kalah narsisnya....


0 comments: