• Mindset Benar Belajar Bahasa Inggris

    Banyak diantara kita yang meyakini bahwa belajar bahasa Inggris itu tak mudah. Memang betul....

  • Testimony Alumni

    "Seneng bisa belajar di SBS, beberapa keunggulan SBS dibandingkan dengan kursus bahasa inggris yang lain itu: ...

  • Cara Mudah Melajar Bahasa Inggris

    Jika Kemampuan BAHASA INGGRIS mu tidak kunjung meningkat setelah mencoba belajar di sekokah, Kampus ataupun di tempat les ...

  • Education Based on Character?

    Dalam diskusi perkuliahan Genius Campus di SBS (Sang Bintang School) Building kemaren, kami berdiskusi tentang kasus target nilai bukan kemampuan pada pendidikan formal di Indonesia, ...

  • Dari Sini Bermula, we are in Success Day

    Succes Day ‘Success day’ yang merupakan puncak dari rangkaian aktifitas belajar bahasa Inggris di Sang Bintang School Malang, untuk kesekian kalinya diadakan sebagai penutup pertemuan untuk setiap angkatan....

Tampilkan postingan dengan label Iklan SBS. Tampilkan semua postingan

OPEN NEW CLASS- OFFLINE DAN ONLINE

0 comments

 KURSUS BAHASA INGGRIS  INTENSIVE ONLINE/OFFLINE



❓Anda Pelajar/Mahasiswa/Pegawai/Profesional/Guru/Dosen ??

❓Ingin study/bekerja ke luar negeri tapi nggak PD dengan bahasa Inggrismu? 

❓Ingin memperdalam kemampuan BAHASA INGGRIS utk menunjang karir ??

❓Pengen bisa SPEAKING dalam waktu singkat?


 πŸ’‘ KELAS Intensive  private OFFLINE/ONLINE SBS MALANG   SOLUSINYA ✔ 


Dengan Metode “Kampoenk Jenius” TANPA MENCATAT, TANPA MENGHAFAL, & TANPA PR, belajar bahasa Inggris jadi mudah & menyenangkan .

GARANSI PASTI BISA πŸ‘


Manfaatkan #dirumahaja dengan upgrade bahasa Inggris mu.


πŸ“ŒOnline Belajar via ZOOM/Google meeting/Offline di Basecamp


 

 Genius English CLASS (All in )

-Waktu belajar 1 Bulan. 

-Menguasai skill dasar Bahasa Inggris dari 3 program diatas :Speaking,Grammar, min. 1000 Vocab & tambahan Writing

-Cocok untuk penguasaan TOEFL dasar, speaking & writing bagi Karyawan, Mahasiswa, Umum, & untuk siswa SMA sederajad

-Shock therapy untuk meningkatkan pede dalam berbicara

-Bentuk Kelas lebih intensive dengan minimal peserta 1orang & maksimal 4 orang 

-Peserta akan mendapatkan e-Modul materi lengkap

-Peserta akan mendapatkan * sertifikat* resmi dari lembaga & e-certificate

-Peserta akan mendapatkan followup khusus pasca program via SMS/telp/media Online/ketemu langsung

πŸ’° Biaya program hanya

 Online :@Rp 1.200.000 

Offline (Visi: @Rp. 1.500.000


πŸ“£ Kelas akan dimulai 2 November  2020. 

Biaya murah bangetz


➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Basecamp: 

Perum Pandarejo Residence blok C6 Wagir Malang


Official WA: 

*wa.me/6285649755952*

website: www.sbsmalang.com 

Instagram: @sbs_malang 

Facebook: sbsmalang


Read More »

KURSUS BAHASA INGGRIS ONLINE- NTESIVE PRIVATE-BAYAR SEKALISAMPAI BISA...!!

0 comments
Yuk belajar bahasa Inggris sama ahlinya. Dapatkan ilmu, skill dan pengalamannya. SEMUA TUTOR LULUS SERTIFIKASI SBI Sang Bintang School. Cek BONUS yang sobat akan dapatkan πŸ’―
.
πŸ‘‰GRATIS MENGULANG kelas sampai BisaπŸŽ“
πŸ‘‰Gratis Konsultasi seumur hidup
πŸ‘‰GRATIS Semua file materi lengkap 🌐
πŸ‘‰ GRATIS pretest awal
πŸ‘‰ GRATIS file Trik mengerjakan Test TOFEL
πŸ‘‰ GRATIS TOEFL Prediction Test Online (e-certificate)
πŸ‘‰Gratis ongkir sertifikat ke seluruh Indonesia

*METODE BELAJAR KAMPOENK JENIUS*
πŸ‘‰ TANPA MENCATAT
πŸ‘‰ TANPA MENGHAFAL
πŸ‘‰ TANPA PR
πŸ‘‰ TANPA BUKA KAMUS


_Registrasi:_
https://bit.ly/389aB4s

_*Mohon disampaika ke sanak family, teman, sahabat, dll berangkali mereka membutuhkan info ini.*_ πŸ™

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
_*Official WA:*_
_*wa.me/6281335360756*_
_*wa.me/6285649755952*_
_*website: www.sbsmalang.or.id*_
_*Instagram: @sbs_malang*_
_*Facebook: sbsmalang*_

Read More »

KLUB JENIUS: MENUNTUN ANAK MENGHADAPI DUNIA

0 comments




“Semua anak dilahirkan jenius,tapi orangtuanya lah yang menghilangkannya di 6 bulan pertama!”
Sebuah ungkapan satire yang tidak enak didengar namun hati nurani kita tidak bisa menolaknya. Lalu apa yang harus orangtua lakukan? Cukup dengan mengirimkannya ke sekolah formal? Sebenarnya kuncinya adalah pengelolaan belajar yang baik. Keluarga harus bekerjasama dengan sekolah atau lembaga informal untuk membuka “kunci” jenius pada anak-anaknya. Inilah Itulah alas an terkuat kenapa harus berdiri Klub Jenius.

Bahasa, Kunci Masa Depan Anak
Klub Jenius adalah sebuah konsep pembelajaran jenius untuk anak-anak dalam pelajaran Bahasa Inggris, bahasa yang menjadi kunci masa depan dunia mereka. Kunci yang akan membuka pintu ilmu mereka lebih luas. Kunci yang membukakan jendela dunia untuk mereka. dan kunci itu harus kita tanamkan sedini mungkin. Eits tapi ingat jangan korbankan keceriaan, kegembiraan, dan hasrat bermain mereka dengan ambisi kita. So? Kombinasikan pembelajarn itu  dengan dunia mereka, bukan dunia kita! Itulah Klub Jenius.
Pembelajaran terbaik untuk anak sebenarnya tidak mesti belajar bahasa. Namun bahasa adalah alat terbaik untuk mengeluarkan yang terbaik dari seorang anak. Belajar bahasa adalah kombinasi pembelajaran emosi, komunikasi, mental, sekaligus kognitif. Belajar bahasa membuat anak belajar mengeluarkan emosinya dengan kata-kata yang tepat, sopan namun akurat. Anak yang tidak diajarkan bahasa dengan baik, akan tumbuh menjadi anak yang rendah emosinya. Karena itu latihan atau belajar bahasa tidak hanya speaking, tapi juga kemampuan mengungkapkan kata-kata dengan tulisan (writing). Dan kita juga tidak boleh hanya satu arah, kita harus berlatih banyak mendengar (listening) dan menerima ilmu lewat membaca (reading). Itulah skill komunikasi yang diperoleh dari pembelajaran bahasa.
Lewat pembelajaran bahasa, anak juga dilatih menempa mentalnya. Ia harus siap mengemukakan keinginannya pada lawan bicara, tidak hanya pada yang lebih muda atau sebaya, namun termasuk juga pada lawan bicara yang lebih tua, bahkan orang yang baru ditemuinya (orang asing). Disinilah pendidikan karakter itu akan cepat berkembang.
Dan terakhir lewat bahasa, anak-anak akan terlatih dalam meningkatkan kapasitas otaknya lewat penguasaan kognitif. Tapi tak seharusnya, anak-anak belajar bahasa berorientasi kamus yang membuat kognitif hanya sekedar hafalan. Namun pengajar yang sukses adalah mereka yang mampu menanamkan kognitif sebagai buah kesadaran berilmu dan kemampuan mendayagunakannya. Sehingga grammar dan vocabulary yang dimiliki anak-anak benar-benar menjadi sarana melejitkan kapasitasnya dalam belajar untuk kehidupan mereka.  

Gak Boleh Instan
Pembelajaran terhadap anak tentu harus berbeda dengan pembelajaran orang dewasa. Tidak seperti 6 Minggu Bisa! yang cenderung instan, untuk anak-anak tidak boleh diajarkan instan. Mereka harus memahami arti proses, kesabaran, dan alur berpikir yang dalam. Sementara itu untuk pengajaran, untuk efektifitas, maka para pengajar harus memperlakukan mereka sesuai siapa mereka. Bukan sebaliknya memaksa mereka untuk seperti yang kita inginkan semata.
Karena itu pola pengajaran Klub Jenius membagi peserta sesuai karakter mereka. Program kita bagi menjadi kelas berdasarkan warna. Dan warna ini melambangkan karakter dominan mereka yang sebenarnya merupakan keunggulan. Jika pendidikan kita tidak mengadopsi kelebihan, maka anak malah bisa menjadi anak nakal. Padahal mereka bukan nakal, tapi mereka memiliki keberanian plus kelincahan (aktif). Namun karena pegelolaan yang salah maka  karena keberaniannya bisa menjadi terlihat aneh dan kelincahannya malah mengganggu orang lain. Maka untuk anak-anak seperti ini ada kelas bernama  Red Class. Red menggambarkan anak yang memiliki karakter dasar pemberani, dan lincah (aktif). Dan karakter ini bukan kelemahan bagi kami, namun potensi besar untuk mengantarkan mereka lebih hebat.
Di sisi lain ada anak yang sangat pendiam. Bagi orang tua yang berharap anaknya berprestasi tentu menganggap kependiaman anak adalah masalah. Padahal mereka diam karena mereka mulai berpikir, dan ingin menghormati lingkungan. Hanya mereka tidak tahu cara mengoptimalkan dirinya. Anak-anak seperti ini kita optimalkan dalam Yellow Class.
Demikian seterusnya. Jadi pembelajaran terbaik untuk anak-anak adalah dengan memanfaatkan kelebihan mereka dan tidak memandangnya sebagai kelemahan. Itulah jenius!!@


Item
Biaya Klub Jenius English
Keterangan
Biaya Pendaftaran
450.000

SPP Per Bulan
200.000










Read More »

TIPS: HOW TO CLOSE PRESENTATION POWERFULLY

0 comments


Hi guys, ketemu lagi di weekend tips. Tips kali ini akan membahas bagian terakhir dari HOW TO MAKE A GOOD PRESENTATION yaitu powerful closing. Bagian closing juga penting lho untuk diperhatikan agar audience benar-benar jelas dan terkesan dengan presentasi yang kamu sampaikan. Tanpa panjgan lebar yuk kita simak 3 strategi berikut ini:

  1. Menggunakan Call To Action (CTA)
Sebagai presentator tentunya kita ingin materi yang kita sampaikan dipahami dengan baik oleh audience sehingga menciptakan pemahaman hingga action. Untuk memancing dan lebih menanamkan pemahaman mereka kamu bisa menggunakan strategi pertama ini yaitu Call To Action, mengajak audience melakukan apa yang kamu inginkan. Contoh, kamu ingin agar audience menceritakan pengalamannya secara tertulis sesuai dengan materi/topik yang kamu presentasikan. Kamu bisa menggunakan kalimat berikut:
·         To close, I’d like to ask you to write down your experience relate to this topic.
·         And finally, before you leave the conference today, please take two minutes to write down your experience about this topic

  1. Tutup dengan quote
Buatlah quote atau carilah quote yang dapat memotivasi audience kamu untuk tidak hanya sekedar memahami tapi untuk take action. Buatlah kesimpulan dengan kata-kata motivasi yanf ngena banget. Dijamin sepanjang perjalanan kata-kata terakhirmu itu akan nempel terus di memori audience.

  1. Gunakan fakta/data yang mencengangkan
Selian quote kamu juga bisa menambahkan fakta-fakta menarik yang mind blowing atau data statistic yang mengejutkan. Contoh
Did you know that the human brain’s capacity is limitless – that’s great new right? BUT … did you also know that a person is likely to remember only 25% of a presentation after 24 hours?

BONUS
Useful Langauge to Close Your Presentation
Summarize Your Key Points & Close Your Presentation
·         That brings us to the end of the presentation. I’d like to summarize by saying …
·         That concludes my presentation. However, I’d like to quickly summarize the main points or takeaways.
·         And on that final note, that concludes my presentation.
·         To quickly recap, I’d like you to remember these key points …
·         To summarize …
·         In conclusion …
·         I’d like to bring this presentation to a close with …
·         I’d like to close this talk with …
·         So, this concludes the focus of discussion today. To end, I’d like to highlight …
·         This concludes [name/title of the section] so let’s move on to the final comments.

Thank Your Audience

·         I sincerely appreciate your attention today/this evening/this morning.
·         And that brings us to the end. I’d like to thank you for your time and attention today.
·         Thank you so much for your interest and attention.
·         At this time, I’d like to have my colleague speak so I’ll finish up by saying thank you for your attention.
·         I can see that our time is just about up so to finish I’d like to say thank you.
·         I sincerely appreciate that I’ve had this opportunity to present to you.
·         If there is one thing I would like you to remember from today’s presentation it’s …

Take Questions

·         If anyone has any questions, I’d be happy to open up the discussion.
·         If anyone has any questions, please feel free to ask now and I’ll do my best to answer.
·         Would anyone like to ask any questions?
·         I would now be interested to hear from you with your thoughts or questions.
·         Now let’s move on to some Q&A. (Q&A = Questions and Answers)

Provide Next Steps or Contact Information

·         If you would like more information, here is a list of useful resources/websites.
·         If anyone who like more information or has questions, please feel free to contact me at: [include contact info]
·         Here is a list for further reading on this topic. (Include the list of books or websites.)




Untuk pendaftaran klik

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScrHdmHq73kpjgS16inl3rEOyN75Aje5MbCpNy3hWGAINS2ZQ/viewform



Atau hubungi kami di:

πŸ“ž WA : wa.me/6285649755952
or
πŸ“· IG : sbs_malang




Read More »

TIPS: VISA ON ARRIVAL

0 comments


Welcome back again weekend, artinya saatnya tips dari SBS Malang. Jika minggu lalu kita bahas visa, kali ini kita akan membahas salah satu jenis visa yaitu Visa On Arrival (VoA). Visa yang satu ini penting untuk diketahui untuk mempersingkat waktu traveling kamu. Jika pengurusan visa di kantor imigrasi membutuhkan antrian berhari-hari untuk jadi, VoA bisa langsung diajukan ketika sampai negara tujuan. Praktis banget kan, nggak perlu jauh-jauh ke imigrasi dan langsung jadi. Namun VoA bagi pemegang paspor Indonesia hanya berlaku di negara-negara tertentu. Yuk kita simak penjelasan lengkapnya di bawah ini:


Visa On Arrival (VoA) adalah sebuah dokumen izin masuk untuk seseorang ke suatu negara yang bisa diperoleh secara langsung di perbatasan antar negara atau di bandara yang dituju. Jadi kita tidak perlu mengurus visa di negara asal, karena hal tersebut bisa diproses di negara tujuan.

Visa On Arrival biasanya berlaku untuk kunjungan singkat seperti liburan atau kunjungan sosial. Cara mendapatkan Visa On Arrival cukup mudah yakni begitu mendarat di bandara negara yang dituju langsung menuju ke sebuah konter dengan tulisan Visa On Arrival. Akan ada beberapa pertanyaan yang diajukan seperti tempat asal negara Anda, rencana kunjungannya untuk apa, berapa lama rencananya mau tinggal, serta pertanyaan seputar tempat Anda akan menginap di hotel mana atau alamat tempat tinggal disana dimana. Setelah itu Anda diharuskan membayar sejumlah uang yang besarnya berbeda-beda tergantung kebijakan setiap negara yang menerapkan layanan Visa On Arrival.

Indonesia sendiri adalah salah satu negara yang menerapkan layanan Visa On Arrival bagi warga negara asing. Persyaratan untuk mengajukan Visa On Arrival di Indonesia diantaranya adalah paspor kebangsaan dengan masa berlaku minimal enam bulan, tidak terdaftar dalam daftar pencarian atau penangkalan serta membayar biaya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Visa On Arrival di Indonesia sendiri biayanya sekitar US $ 35 atau sekitar Rp 350.000.

Visa On Arrival tersebut diberikan untuk jangka waktu 30 hari dengan ketentuan dapat diperpanjang izin keimigrasiannya paling lama 30 hari serta tidak dapat dialihstatuskan menjadi izin keimigrasian lainnya.

Visa On Arrival diberikan dengan cara memberi cap atau stiker pada paspor yang sah dan masih berlaku.

Beberapa bandara di Indonesia yang menerapkan layanan Visa On Arrival diantaranya Bandara Sultan Iskandar Muda (Aceh), Bandara Kualanamu (Medan), Bandara Soekarno-Hatta (Jakarta), Bandara Adi Sutcipto (Yogyakarta), Bandara Ngurah Rai (Bali), Bandara Supadio (Pontianak), Bandara Juanda (Surabaya), Bandara Sultan Hasanuddin (Makassar), Bandara Hang Nadim (Batam) dan lain-lain. Setidaknya ada 20 bandara di Indonesia yang melayani Visa On Arrival bagi warga negara asing.

Sedangkan beberapa negara yang diperbolehkan membuat Visa On Arrival di Indonesia antara lain Afrika Selatan, Amerika Serikat, Argentina, Australia, Austria, Aljazair/Algeria, Bahrain, Belanda, Cheko, Kanada, Korea Selatan, Portugal, Perancis, Jerman, Italia, India, Inggris, Mesir, Tiongkok, Swiss, Spanyol, Jepang dan lain-lain.

Selain itu perlu diketahui pula bahwa ada beberapa negara lain yang memberikan bebas visa serta Visa On Arrival bagi pemegang paspor Indonesia. Diantaranya adalah Yordania, Laos, Macau, Maladewa/Maldives, Oman, Sri Lanka, Timor Leste, Maroko, Tanzania, Turki, Kolombia, Peru, Chile dan lain-lain.


Gimana penjelasannya, sudah jelas? Jika ada yang ingin ditanyakan tulis di kolom komentar ya.

Pada pembahasan di atas disebutkan bahwa saat mengajukan permohonan VoA akan ada beberapa pertanyaan yang diajukan. Disinilah pentingnya bahasa Inggris, karena bahasa Inggris telah disepakati sebagai bahasa internasional maka bahasa Inggris yang digunakan seluruh bandara internasional dunia. Nah, bagaimana cara menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut? Stay tune di web SBS ya, insyaallah senin depan kita bahas.

Kalian juga bisa banget memperlancar bahasa Inggris kalian bersama SBS Malang. 






Read More »

READING: THE LITTLE MATCH GIRL

0 comments


Most terribly cold it was; it snowed, and was nearly quite dark, and evening-- the last evening of the year. In this cold and darkness there went along the street a poor little girl, bareheaded, and with naked feet. When she left home she had slippers on, it is true; but what was the good of that? They were very large slippers, which her mother had hitherto worn; so large were they; and the poor little thing lost them as she scuffled away across the street, because of two carriages that rolled by dreadfully fast.

One slipper was nowhere to be found; the other had been laid hold of by an urchin, and off he ran with it; he thought it would do capitally for a cradle when he some day or other should have children himself. So the little maiden walked on with her tiny naked feet, that were quite red and blue from cold. She carried a quantity of matches in an old apron, and she held a bundle of them in her hand. Nobody had bought anything of her the whole livelong day; no one had given her a single farthing.

She crept along trembling with cold and hunger--a very picture of sorrow, the poor little thing!

The flakes of snow covered her long fair hair, which fell in beautiful curls around her neck; but of that, of course, she never once now thought. From all the windows the candles were gleaming, and it smelt so deliciously of roast goose, for you know it was New Year's Eve; yes, of that she thought.

In a corner formed by two houses, of which one advanced more than the other, she seated herself down and cowered together. Her little feet she had drawn close up to her, but she grew colder and colder, and to go home she did not venture, for she had not sold any matches and could not bring a farthing of money: from her father she would certainly get blows, and at home it was cold too, for above her she had only the roof, through which the wind whistled, even though the largest cracks were stopped up with straw and rags.

Her little hands were almost numbed with cold. Oh! a match might afford her a world of comfort, if she only dared take a single one out of the bundle, draw it against the wall, and warm her fingers by it. She drew one out. "Rischt!" how it blazed, how it burnt! It was a warm, bright flame, like a candle, as she held her hands over it: it was a wonderful light. It seemed really to the little maiden as though she were sitting before a large iron stove, with burnished brass feet and a brass ornament at top. The fire burned with such blessed influence; it warmed so delightfully. The little girl had already stretched out her feet to warm them too; but--the small flame went out, the stove vanished: she had only the remains of the burnt-out match in her hand.

She rubbed another against the wall: it burned brightly, and where the light fell on the wall, there the wall became transparent like a veil, so that she could see into the room. On the table was spread a snow-white tablecloth; upon it was a splendid porcelain service, and the roast goose was steaming famously with its stuffing of apple and dried plums. And what was still more capital to behold was, the goose hopped down from the dish, reeled about on the floor with knife and fork in its breast, till it came up to the poor little girl; when--the match went out and nothing but the thick, cold, damp wall was left behind. She lighted another match. Now there she was sitting under the most magnificent Christmas tree: it was still larger, and more decorated than the one which she had seen through the glass door in the rich merchant's house.

Thousands of lights were burning on the green branches, and gaily-colored pictures, such as she had seen in the shop-windows, looked down upon her. The little maiden stretched out her hands towards them when--the match went out. The lights of the Christmas tree rose higher and higher, she saw them now as stars in heaven; one fell down and formed a long trail of fire.

"Someone is just dead!" said the little girl; for her old grandmother, the only person who had loved her, and who was now no more, had told her, that when a star falls, a soul ascends to God.

She drew another match against the wall: it was again light, and in the lustre there stood the old grandmother, so bright and radiant, so mild, and with such an expression of love.

"Grandmother!" cried the little one. "Oh, take me with you! You go away when the match burns out; you vanish like the warm stove, like the delicious roast goose, and like the magnificent Christmas tree!" And she rubbed the whole bundle of matches quickly against the wall, for she wanted to be quite sure of keeping her grandmother near her. And the matches gave such a brilliant light that it was brighter than at noon-day: never formerly had the grandmother been so beautiful and so tall. She took the little maiden, on her arm, and both flew in brightness and in joy so high, so very high, and then above was neither cold, nor hunger, nor anxiety--they were with God.

But in the corner, at the cold hour of dawn, sat the poor girl, with rosy cheeks and with a smiling mouth, leaning against the wall--frozen to death on the last evening of the old year. Stiff and stark sat the child there with her matches, of which one bundle had been burnt. "She wanted to warm herself," people said. No one had the slightest suspicion of what beautiful things she had seen; no one even dreamed of the splendor in which, with her grandmother she had entered on the joys of a new year.



Do you get the story? Tulis pesan moral yang kalian dapat dari cerita di atas di kolom komentar ya 😊

Untuk pendaftaran klik 

Atau hubungi kami di:

πŸ“ž WA : wa.me/6285649755952 or

πŸ“· IG : sbs_malang




Read More »

TIPS: CARA BIKIN VISA

0 comments

Hello Saturday, hello learner! Memasuki minggu kedua di bulan Desember, sudah ada rencana akan menghabiskan akhir tahun dimana? Akhir tahun identic dengan libur panjang sehingga banyak yang memutuskan untuk pergi liburan di dalam maupun di luar negeri. SBS Malang akan memberikan tips seputar traveling dan holiday.
Kali ini tips yang kami berikan seputar bepergian ke luar negeri. Bepergian keluar negeri membutuhkan beberapa dokumen sebagai syarat agar traveler bisa memasuki negara lain. Selain passport visa merupakan dokumen wajib yang disertakan ketika traveler akan masuk ke suatu negara. Namun karena kerjasama antar negara, ada beberapa yang tidak memberlakukan visa bagi pemegang passport Indonesia, misalnya sebagian besar negara di wilayah ASEAN (Malaysia. Singapore, Thailand, dll) dan juga beberapa negara di wilayah ASIA (Uzbekistan dan palestina). Untuk wilayah eropa, amerika, Australia, sebgaian asia dan afrika harus menggunakan visa. Bagaimana cara mengurus visa? Berikut adalah cara pembuatan visa:



1. Melakukan Pendaftaran dan Reservasi Jadwal Wawancara/Verifikasi Dokumen
Nah sekarang cara membuat visa sudah banyak yang dibantu dengan teknologi online. Oleh karena itu, kamu sebaiknya sering sering main aja ke website kedubes negara tujuan kamu untuk update info dan mengunduh dokumen yang dibutuhkan.
Dari situ, kamu akan diarahkan untuk menuju ke website organisasi yang ditunjuk untuk mengisi data diri dan reservasi jadwal verifikasi. Nantinya, akan ada pemberitahuan melalui email tentang kapan dan dimana waktu verifikasi/ wawancara tersebut dilakukan.
Untuk beberapa negara, salah satunya Amerika Serikat, kamu akan diminta untuk melakukan pembayaran terlebih dahulu sebelum memilih jadwal verifikasi/wawancara. Pembayaran bisa dilakukan via online atau via counter bank.
Setelah membayar, kamu bisa meneruskan proses pendaftaran di akun tadi. Ketika akan memilih waktu untuk verifikasi wawancara / verifikasi dokumen, kamu akan diminta untuk memasukan nomor slip pembayaran. Tidak semua negara mewajibkan proses wawancara, namun untuk proses verifikasi dokumen itu pasti ada.
2. Menyiapkan Dokumen
Sembari menunggu hari verifikasi atau wawancara, cara membuat visa berikutnya yang harus kamu lakukan adalah menyiapkan dokumen sebagai berikut:
  • Paspor dan Fotokopi
Ini adalah syarat mutlak untuk mengajukan aplikasimu. Karena dokumen ini akan ditempel di paspor, jadi kalau paspornya belum jadi, dokumen ini mau ditempel dimana?!
Ditambah lagi, di dalam dokumen ini akan disebutkan nomor paspor juga. Paspor yang diajukan haruslah dalam status aktif dan bisa digunakan.
Terhitung 6 bulan sebelum masa kadaluwarsanya, paspormu sudah terhitung tidak aktif dan kemungkinan akan menimbulkan masalah di pihak Imigrasi. Daripada tiket hangus karena batal berangkat, mendingan segera perpanjang saja.
  • KTP dan Fotokopi
Siapkan KTP yang masih berlaku saat kamu mau mengajukan permohonan pembuatan suatu ijin tinggal. Apabila e-KTP mu belum jadi, resi ktp sementara pun diperbolehkan, serta ditambah dengan surat domisili.
  • Formulir Permohonan
Sebelum kamu menjejakan kaki di kedutaan besar untuk memohon visa, kamu harus mendownload terlebih dahulu formulir aplikasi permohonan visa di website resmi masing masing kedubes.
Tanpa formulir ini, kamu tidak akan bisa dilayani. Mengisinya juga sebaiknya di rumah dalam keadaan yang tenang karena kalau banyak coretan karena kesalahan, maka permohonan surat ijin kamu bisa ditolak.
  • Foto
Untuk format foto yang digunakan, setiap negara memiliki aturan yang berbeda. Oleh karena itu, ada baiknya kamu rajin cek website resmi dari kedubes negara tujuanmu. Biasanya mereka telah menginformasikan tentang ukuran, background, sampai posisi yang benar untuk foto. Bahkan ada negara yang juga melampirkan contoh hasil foto yang berlaku.
Pakailah pakaian formal dan usahakan berkerah. Untuk yang menggunakan hijab, tidak perlu melepasnya asalkan rapi dan wajah terlihat dengan jelas. Sedangkan untuk kacamata, ada negara yang tidak memperbolehkannya ada di foto visa, salah satunya Amerika. Keputusan tersebut berlaku sejak November 2016.
Oleh karena itu sering seringlah cek ke website resmi negara tujuan agar kamu tak perlu berulang kali foto. Untuk hasil foto, sebaiknya persiapkan dalam 2 bentuk: soft file dan hard file untuk berjaga jaga.
  • Bukti Pembayaran Visa
Dokumen ini hanya berlaku bagi negara yang mensyaratkan pembayaran di muka seperti Amerika Serikat. Cara membuat visa di setiap negara berbeda beda, sehingga di beberapa negara, mungkin mereka tak meminta untuk melampirkan ini.
  • Surat Keterangan Sponsor
Pemohon yang memiliki referensi jelas akan memiliki kesempatan lebih besar untuk disetujui permohonannya. Surat keterangan sponsor ini bisa berupa surat rekomendasi atau surat undangan dari pihak yang berada di luar negeri.
Walau tujuan yang diajukan bersifat pribadi, semisal kunjungan keluarga sekalipun, surat undangan tetap dibutuhkan untuk memperlancar proses permohonan visa.
  • Surat Keterangan Kerja/Belajar
Pencantuman surat keterangan kerja biasanya untuk mereka yang mengajukan kunjungan sementara. Ini sebagai bukti bahwa kita tak akan menggelandang mencari pekerjaan di negara tujuan tersebut.
Untuk surat keterangan belajar (biasanya digunakan untuk program pertukaran pelajar atau beasiswa), kamu bisa menyertakan surat rekomendasi dari universitasmu di Indonesia atau di negara tujuan. Sertakan pula fotokopi kartu mahasiswamu agar permohonanmu tidak ditolak.
  • Dokumen Keuangan (Slip Gaji/Rekening Koran/Tabungan) dan Fotokopi
Dokumen keuangan sering diminta oleh beberapa negara sebagai salah satu pelengkap aplikasi permohonan. Tujuannya agar kita dapat membuktikan bahwa kita memiliki penghasilan sehingga perjalanan kita di negara tujuan terjamin.
Pemohon tanpa kemampuan finansial yang memadai ditakutkan akan membuatnya tak mampu hidup dengan layak di negara tujuan. Sehingga kemungkinan besar akan menjadi gelandangan dan pastinya jadi beban lagi untuk negara tujuan.
  • Jadwal Perjalanan dan Tiket Pesawat
Buatlah jadwal semua kegiatanmu di negara tersebut. Formatnya mengikuti apa yang dicontohkan di website kedubes yang bersangkutan. Dari sini, mereka akan mempertimbangkan tentang lamanya durasi tinggal yang akan diberikan.
Untuk beberapa negara seperti Filipina dan Jepang, mereka juga meminta bukti perjalanan berupa tiket pesawat pulang pergi, sehingga jelas dan pasti kapan kamu akan masuk dan keluar dari negara tersebut. Namun tak semua jenis dokumen ini memakai persyaratan ini.
  • Surat Keterangan Kesehatan
Jika di suatu negara sedang terjadi penularan wabah, kemungkinan kedubes negara tersebut akan menambahkan syarat ini. Sebagai contoh Kedubes Korea Selatan, mereka mengharuskan melampirkan surat keterangan bebas Tubercolusis. Dan pemeriksaan kesehatan harus dilakukan di rumah sakit yang ditunjuk oleh kedubes tersebut.
Cetak dan susunlah surat tersebut berdasarkan ukuran kertas dan susunan yang diminta pihak kedubes. Jangan ditekuk dan jangan juga distaples.
3. Menyerahkan Dokumen dan Wawancara (Bila Dibutuhkan)
Ketika semua dokumen sudah siap, tinggal membawa semua persyaratan ke tempat yang diminta. Lokasi verifikasi ada yang dilakukan kantor kedubes negara (regional atau nasional) tersebut namun banyak juga yang tidak.
Sebagai contoh untuk wilayah Jakarta, penyerahan dokumen yang dibutuhkan untuk permohonan aplikasi visa ke Jepang dilakukan di JVAC Kuningan, bukan di kantor kedubesnya. Datanglah pagi pagi karena antriannya pasti panjang. Selalu cadangkan setiap dokumen dengan cara mem-fotokopinya. Setelah mengantri, maka dokumen mu akan diperiksa oleh petugas.
Apabila sudah lengkap, maka akan diminta membayar biaya membuat visa. Pembayaran biaya membuat visa hanya satu kali. Jadi kalau kamu sudah diminta membayar di awal (ketika registrasi data di akun yang ditunjuk) maka tidak perlu membayar lagi di tahap penyerahan ini. Untuk pengajuan ke Amerika Serikat, kamu juga akan diwawancarai perihal tujuanmu kesana. Oleh karena itu, berlatihlah untuk menjawab agar kamu terlihat meyakinkan.
4. Proses Pengambilan
Pengambilan dokumen ini tidak bisa dilakukan dalam sehari. Kamu akan diminta menunggu paling cepat 4 hari, itupun bila jumlah pemohon tak banyak. Nantinya, kamu akan mendapat update melalui sms atau email perihal perkembangan proses pengajuan aplikasimu.
Oya, untuk jenis visa yang ditempel di paspor, selama proses pengajuan, paspor asli tidak boleh dibawa pulang sehingga kamu tidak bisa melakukan perjalanan ke negara manapun walau negara itu bebas visa.
Nah, kalau sudah dapat notifikasi disetujui, maka kamu tinggal datang ke kantor yang ditunjuk untuk mengambil visa bila dokumen ini dikeluarkan dalam bentuk hard copy.

PS: Pembuatan visa memakan waktu kurang lebih 2 minggu dan pada high season membutuhkan waktu lebih lama. Lebih baik pengajuan visa dilakukan jauh hari.



Selain dokumen jangan lupa persiapkan bahasa Inggrismu juga agar dapat berkomunikasi dengan lancar ketika berada di luar negeri.Just in case, at lease ketika kalian kesasar bisa tanya orang lah, atau bisa minta diskon. πŸ˜„ 
urusan bahasa Inggris serahkan pada kami, dijamin liburanmu lebih tenang.



Untuk pendaftaran klik 

Atau hubungi kami di:

πŸ“ž WA : wa.me/6285649755952 or

πŸ“· IG : sbs_malang





Read More »

READING: THE STORY OF AN HOUR

0 comments


Knowing that Mrs. Mallard was afflicted with a heart trouble, great care was taken to break to her as gently as possible the news of her husband's death.

It was her sister Josephine who told her, in broken sentences; veiled hints that revealed in half concealing. Her husband's friend Richards was there, too, near her. It was he who had been in the newspaper office when intelligence of the railroad disaster was received, with Brently Mallard's name leading the list of "killed." He had only taken the time to assure himself of its truth by a second telegram, and had hastened to forestall any less careful, less tender friend in bearing the sad message.

She did not hear the story as many women have heard the same, with a paralyzed inability to accept its significance. She wept at once, with sudden, wild abandonment, in her sister's arms. When the storm of grief had spent itself she went away to her room alone. She would have no one follow her.

There stood, facing the open window, a comfortable, roomy armchair. Into this she sank, pressed down by a physical exhaustion that haunted her body and seemed to reach into her soul.

She could see in the open square before her house the tops of trees that were all aquiver with the new spring life. The delicious breath of rain was in the air. In the street below a peddler was crying his wares. The notes of a distant song which someone was singing reached her faintly, and countless sparrows were twittering in the eaves.

There were patches of blue sky showing here and there through the clouds that had met and piled one above the other in the west facing her window.

She sat with her head thrown back upon the cushion of the chair, quite motionless, except when a sob came up into her throat and shook her, as a child who has cried itself to sleep continues to sob in its dreams.

She was young, with a fair, calm face, whose lines bespoke repression and even a certain strength. But now there was a dull stare in her eyes, whose gaze was fixed away off yonder on one of those patches of blue sky. It was not a glance of reflection, but rather indicated a suspension of intelligent thought.

There was something coming to her and she was waiting for it, fearfully. What was it? She did not know; it was too subtle and elusive to name. But she felt it, creeping out of the sky, reaching toward her through the sounds, the scents, the color that filled the air.

Now her bosom rose and fell tumultuously. She was beginning to recognize this thing that was approaching to possess her, and she was striving to beat it back with her will--as powerless as her two white slender hands would have been. When she abandoned herself a little whispered word escaped her slightly parted lips. She said it over and over under the breath: "free, free, free!" The vacant stare and the look of terror that had followed it went from her eyes. They stayed keen and bright. Her pulses beat fast, and the coursing blood warmed and relaxed every inch of her body.

She did not stop to ask if it were or were not a monstrous joy that held her. A clear and exalted perception enabled her to dismiss the suggestion as trivial. She knew that she would weep again when she saw the kind, tender hands folded in death; the face that had never looked save with love upon her, fixed and gray and dead. But she saw beyond that bitter moment a long procession of years to come that would belong to her absolutely. And she opened and spread her arms out to them in welcome.

There would be no one to live for during those coming years; she would live for herself. There would be no powerful will bending hers in that blind persistence with which men and women believe they have a right to impose a private will upon a fellow-creature. A kind intention or a cruel intention made the act seem no less a crime as she looked upon it in that brief moment of illumination.

And yet she had loved him--sometimes. Often she had not. What did it matter! What could love, the unsolved mystery, count for in the face of this possession of self-assertion which she suddenly recognized as the strongest impulse of her being!

"Free! Body and soul free!" she kept whispering.

Josephine was kneeling before the closed door with her lips to the keyhole, imploring for admission. "Louise, open the door! I beg; open the door--you will make yourself ill. What are you doing, Louise? For heaven's sake open the door."

"Go away. I am not making myself ill." No; she was drinking in a very elixir of life through that open window.

Her fancy was running riot along those days ahead of her. Spring days, and summer days, and all sorts of days that would be her own. She breathed a quick prayer that life might be long. It was only yesterday she had thought with a shudder that life might be long.

She arose at length and opened the door to her sister's importunities. There was a feverish triumph in her eyes, and she carried herself unwittingly like a goddess of Victory. She clasped her sister's waist, and together they descended the stairs. Richards stood waiting for them at the bottom.

Someone was opening the front door with a latchkey. It was Brently Mallard who entered, a little travel-stained, composedly carrying his grip-sack and umbrella. He had been far from the scene of the accident, and did not even know there had been one. He stood amazed at Josephine's piercing cry; at Richards' quick motion to screen him from the view of his wife.

When the doctors came they said she had died of heart disease--of the joy that kills.


how is the story? leave your comment below



Read More »